Dihina Karena Memiliki Anak yang Jelek Sekali
“Wah, bayi Anda adalah bayi yang paling jelek yang pernah saya lihat!”.
Wanita tadi dengan marah membanting uang ongkos bis, di kotak uang dan mengambil tempat duduk di belakang. Lalu dia berusaha menenang- kan diri. Seorang pria yang duduk di sebelahnya menyadari bahwa wanita tadi sedang marah, dan menanyakan apa sebabnya. Wanita tadi menjawab, “Supir bus itu menghinaku tadi!”.
Dengan bijak sang pria mengatakan,
“Mengapa begitu? Tidak seharusnya supir bis umum seperti dia menghina penumpangnya”.
“Kau benar”, kata wanita itu, “Saya akan kembali ke sana dan memberinya pelajaran!!!”.
“Ide yang bagus” kata pria itu, “Sini, biar saya yang gendong monyet Anda”
Pasien Pertama Seorang Dokter Praktek
Sekretarisnya, Mona, memberitahu bahwa ada seorang laki-laki ingin menemuinya. “Asyik, pasien pertamaku!” teriak batin
Steven. Ia pun meminta sekretarisnya mempersilakan laki-laki itu masuk. Steven pun pura-pura sibuk. Ia mengangkat telpon dan pura-pura sedang online.
“Ya, benar sekali. Ongkosnya 200 ribu. Ya, saya tunggu Anda pukul 4 sore nanti. Oke. Jangan telat, saya sibuk sekali,” kata Steven pura-pura bikin janji dengan pasien di ujung telepon.
Ia kemudian meletakkan gagang telepon dan menatap laki-laki yang duduk di hadapannya.
“Maaf, saya membuat Bapak nunggu lama. Apa keluhan Bapak?” tanya Steven berwibawa.
“Ah, nggak ada yang sakit, kok, Dok,” kata laki-laki itu.
“Saya petugas Telkom yang mau pasang telepon.”